KOMPAS.com - Pembahasan peran lingkungan rumah,
masyarakat dan sekolah untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) masih
berlangsung. Para pakar dan pembuat kebijakan yang berkumpul di Jakarta
sejak Senin (5/11/2012) malam lalu dalam Konferensi Internasional PAUD
sepakat, PAUD di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik pantas mendapat
perhatian lebih.
Para pakar berpendapat, pendidikan usia dini
sangat penting, seperti halnya peran keluarga, masyarakat dan sekolah
memastikan bahwa anak-anak pra-sekolah dan sekolah dasar memiliki
landasan yang kokoh untuk belajar seumur hidup.
"Anak-anak yang
mendapat pendidikan pada usia dini cenderung memperlihatkan
perkembangan fisik, sosio-emosional dan kognitif jauh lebih baik
daripada anak-anak yang tidak mendapat layanan tersebut,” kata Stefan
Koeberle, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia di Jakarta,
Senin (5/11/2012) malam.
Stefan menyimpulkan, dengan
meningkatkan akses terhadap PAUD, generasi-generasi penerus Indonesia
akan lebih berhasil di sekolah dan dapat meraih taraf hidup yang lebih
berkualitas.
Tahun pertama belajar
Mae
Chu Chang, Ahli Pendidikan Utama, Bank Dunia untuk Indonesia
menyatakan, secara global maupun di negara-negara Asia dan Pasifik,
kelompok yang paling rentan tidak naik kelas dan putus sekolah adalah
anak-anak pada tahun-tahun pertama sekolah dasar.
Sejak tahun
2007, dengan dukungan Pemerintah Kerajaan Belanda dan Bank Dunia,
Pemerintah Indonesia telah meningkatkan akses pada layanan Pendidikan
dan Pengembangan Anak Usia Dini (PPAUD) bagi masyarakat berpenghasilan
rendah, guna memperkuat kapasitas para murid ketika mulai sekolah. Di
desa-desa yang menerima manfaat proyek ini, anak-anak menunjukkan
kemampuan berbahasa dan perkembangan kognitif yang lebih baik, serta
angka pendaftaran yang terus meningkat.
“Riset menunjukkan bahwa
investasi pendidikan pada anak usia dini dapat menghasilkan manfaat
yang lebih baik dibandikan dengan investasi pada tingkat usia lainnya.
Praktisi, pembuat kebijakan dan para ahli harus bekerjasama untuk
memperkuat agenda PAUD guna meraih hasil yang lebih baik,” jelasnya.
Untuk
itu, konferensi ini digelar untuk memberi perhatian lebih pada PAUD.
Dengan menggabungkan sekitar 250 pakar dan pengurus PAUD se-Asia
Pasifik. Konferensi akan berlangsung sampai tanggal 7 November dan
diselenggarakan bersama oleh Bank Dunia, Jaringan Regional Asia Pasifik
untuk Anak Usia Dini (ARNEC), Koalisi Nasional untuk Pengasuhan dan
PAUD Indonesia, serta Pemerintah Kerajaan Belanda dan Uni Eropa.
Kegiatan
ini pun mengupayakan anggotanya untuk mendorong belajar dan berkembang
anak usia dini secara holistik, menurut koordinator ARNEC Junko
Miyahara kegiatan ini juga berupaya meningkatkan partisipasi anak pada
pendidikan. Pembahasan masing-masing regional tentang bagaimana PAUD
dapat turut berperan dalam agenda pengembangan sumber daya manusia pada
2015 nanti.
“Hasil-hasil konferensi ini akan membuka jalan bagi
Forum Kebijakan Menteri tingkat tinggi yang akan diselenggarakan pada
bulan Juni 2013 di Seoul, Korea. Kita memiliki kesempatan untuk
mencapai kemajuan dalam agenda ini,” katanya.
Source, edukasi.kompas.com
0 komentar: