Basic Training of IPM, atau dikenal dengan istilah lainnya PSA KADER adalah kegiatan promotor dari
program kerja baru yang diusung Pimpinan Daerah IPM Jombang dalam rangka
menjaring kader-kader unggulan di tingkat cabang dan ranting se-Kabupaten
Jombang. Program ini sengaja diadakan guna mempererat tali silaturahim antara
Pimpinan Daerah IPM Kabupaten Jombang dengan pimpinan-pimpinan yang dibawahnya.
Kegiatan ini juga mengusung visi meningkatkan tanggung jawab dan aktualisasi
diri pada pelajar-pelajar Muhammadiyah serta bersiap diri untuk kepemimpinan IPM
yang lebih baik diperiode selanjutnya.
Acara yang
diselenggarakan pada 25, 26, 27 Januari 2013 bertempat di Pondok Baitul Amin Mojoanyar Kecamatan Bareng Kabupaten
Jombang ini berhasil memprakarsai sekitar 70
orang peserta yang hadir dari seluruh pimpinan cabang dan ranting se-Kabupaten
Jombang. Turut mengundang berbagai organisasi lain di luar Muhammadiyah untuk
membuka kegiatan akbar ini, seperti OSIS SMA Negeri di Jombang, KNPI, IPNU,
dsb. Sempat dikunjungi oleh ketua umum PDM Jombang yakni Bapak Dr. Rahmat serta
dihadiri oleh anggota PDM dan perwakilan dari MPK.
Terselenggaranya
kegiatan ini merupakan pendongkrak bagi Pimpinan Daerah IPM Kabupaten Jombang.
Jadwal kegiatan disusun sedemikian rapinya dengan materi yang berbobot sesuai
kadar kebutuhan ditingkat kepemimpinan masing-masing. Adapun materi-materi yang
diperoleh oleh para peserta PSA Kader ini adalah: (1) Al-islam dan
Kemuhammadiyahan, materi ini diberikan sebagai tombak awal para kader IPM agar tertancap
pada diri mereka jiwa keislaman yang benar dan jiwa perjuangan Muhammadiyah;
(2) Keorganisasian, khususnya ke-IPM-an yang bertema “IPM Beraksi” diharapkan
menumbuhkan gejolak penggerak IPM yang patriotis berpikir kritis, kreatif serta
tindakan yang dinamis; (3) Teknik persidangan, materi ini diberikan bertujuan
untuk memberikan lahan cara untuk mencapai kesepakatan bersama yang demokratis.
Antusias para
peserta PSA Kader ini terwujud dengan semangat mereka ditiap kegiatan. Mereka dengan
sungguh-sungguh mendengarkan pemateri menyampaikan materinya, kemudian mengamalkan
langsung dengan debat antar peserta yang dibagi menjadi kubu pro dan kontra untuk
menguji kemampuan berbikir kritis dan berani menyampaikan pendapat. Tidak hanya
itu, mereka kemudian juga melaksanakan proses persidangan dengan teknik yang
telah disampaikan. Pada akhir acara peserta dipersilakan menyusun sebuah acara
inagurasi yang mereka sendiri sebagai panitia dan pesertanya.
Tidak diragukan
lagi, para penerus penggerak Muhammadiyah ini berbakat dan intelek dalam
berorganisasi serta bersosialisasi. Adanya keakraban antar peserta dan panitia
acara menyampaikan pesan bahwa IPM adalah keluarga besar yang dimiliki
Muhammadiyah. ketika Kabupaten Jombang mampu menggemakan IPM diberbagai kalangan
mulai dari pimpinan terendah yakni Ranting, Cabang hingga Daerah. Maka baiknya
seluruh nusantara pun bisa demikian. Nuun Walqolami Wamaa Yasturuun.
read more →